Pesan Penting Bagi Santri, Belajar dari Mbah Mahrus Aly

Maka, jangan berkecil hati mengirim putra-putri Anda di pondok-pesantren.

Santri-santri An-Nawawi di tempat saya, saya nasehati begini:

“Kamu mondok di sini nggak usah berpikir macam-macam, yang penting ngaji dan sekolah. Tak usah berpikir besok jadi apa, yang akan menjadikan Gusti Allah."

Ketika saya dulu nyantri di Lirboyo, tak berpikir mau jadi apa, yang penting ngaji, nderes (baca al-Quran), menghafalkan nadzaman kitab dan shalat jamaah.

Ternyata saya juga jadi manusia, malahan bisa melenggang ke gedung MPR di Senayan. Tidak usah dipikir, yang menjadikan Gusti Allah.

Tugas kita ialah melaksanakan kewajiban dari Allah Swt.

Allah mewajibkan kita untuk menuntut ilmu, oleh karenanya kita menuntut ilmu.

Jika kewajiban dari Allah sudah dilaksanakan, maka Allah yang akan menata.

Jika Allah yang menata sudah pasti sip, begitu saja. Jika yang menata kita, belum tentu sip

Perlu putra-putri Anda dalam menuntut ilmu, berpisah dengan orangtua.

KH. Mahrus Aly Lirboyo pernah dawuh:

“Nek ngaji kok nempelwongtuo, ora temuo-temuo.”

(Jika mengaji masih bersama dengan orangtua, tidak akan cepat dewasa).

Maka masukkanlah ke pesantren, biar cepat dewasa pikirannya.

Itu yang ngendiko (berkata) Kyai Mahrus Lirboyo, Kediri.

(Diambil dari Pengajian KH. Achmad Chalwani)