Cerita Politik, katanya aneh dan lucu

Begitulah, dunia politik yang penuh intrik, konflik, dan terkesan menegangkan, apalagi pada waktu-waktu pemilihan seperti sekarang ini.

Kalau kita sedikit melihat ke ruang lingkup yang lebih kecil, contohlah pemilihan ketua Osis di SMA, atau pemilihan Presiden BEM di bangku perkuliahan, semua itu tidak bisa lepas akan hal-hal yang berbau politik.

Salah satu contoh yang menurut saya menggelitik adalah banyaknya foto calon kandidat ditempel di mana-mana, ada yang sopan semisal di mading, kelas, dll, tapi ada juga cara penempelan yang anti mainstream semisal dikasir kantin sekolah/kampus, kantor guru/dosen, bahkan tempat buang hajat pun menjadi sasaran penempelan bakal calon dari masing-masing kelompok. Saya pikir memang aneh dan lucu

Itu hanya sebagian contoh, coba kalau kita tarik ke dunia perpolitikan nyata, dunia politik yang katanya politik demokratis era sekarang, sepertinya tak jaun berbeda dari contoh-contoh di atas, bisa kita lihat bagaimana pohon besar kecil tak terkecuali, tiang-tiang listrik, tugu, jembatan dll berubah menjadi gambar angka-angka berkepala bakal calon pemimpin yang nantinya akan memimpin kita, padahal sudah ada peraturannya dilarang menempelkan baleho ataupun yang lainnya di pohon dll.

Dunia politik memang penuh intrik dan rawan konflik

Banyak trik di gunakan untuk memenangkan kandidat dari kelompoknya masing masing yang bahkan seakan tidak melihat Bebet Bibit Bobot dari yang mereka calonkan, padahal mereka kaum-kaum terpelajar yang notabene paham mana yang bisa memimpin mana yang tidak, mana yang haq mana yang batil, yang mereka fikirkan hanyalah kelompoknya, perutnya dan kebahagiaannya ibaratkan kata asalkan kelompoknya menang perut mereka kenyang itu sudah cukup bagi mereka.

Kalau sudah seperti itu semua mereka halalkan, pergi ke mbah dukun minta di mudahkan urusannya lah, uang di goyang-goyangkan, janji-janji mesem di tampilkan, dan masih banyak lagi.

Bahkan apabila terjadi konflik mereka cuek bebek, pasang muka tak bersalah sembari ikut mengacung ngacungkan telunjuk kemuka kambing hitam yang telah di siapkan. Mereka tidak memikirkan maudikemanakan daerah ini, atau maudibuat apa negara ini, yang terpenting seperti yang telah saya bahas di atas masalah kelompoknya perutnya dan kesenangannya yang mereka fikirkan, kelompok lain perut orang lain ya sudahlah biarkan saja toh itu bukan urusan saya.

Dunia politik memang menarik

Kalau saja semisal dari masing-masing kelompok tadi mempunyai ilmu memilih, bagaimana cara memilih pemimpin yang baik mungkin tak akan terjadi yang namanya konflik dan yang dipilih juga harus tau ilmunya memimpin bagaimana cara memimpin yang baik itu seperti apa, tengoklah figur Rosulullah SAW, beliau adalah sejati jatinya suri tauladan bagi para pemimpin, bagaimana pun beliau adalah pemimpin agama dan juga pemimpin negara. Yang diharapkan apabila hari pemilihan sudah tiba masyarakat bisa menilai dalam satu suara dan siapapun yang kelak akan menjadi pemimpin bisa mencontoh figur Rosulullah SAW.

(Oleh: Rexzy Bagas Armando)