Agama Yang Paling Toleran

Sebenarnya kalau dicermati secara objektif di dunia ini agama yang paling toleran terhadap agama lain adalah agama Islam. Hal ini dapat dibuktikan dari saat Islam lahir dimasyarakat yang plural. Ketika Islam datang dalam masyarakat itu sudah ada orang Yahudi, Nasrani, Syabiin, Majusi, dan Musyrik. Dan Islam datang telah mempunyai hukum terhadap pluralitas keyakinan yang seperti ini. Nabi memberikan contoh perilaku terhadap orang-orang Majusi dan Nasrani, dan hukum-hukum di dalam al-Qur’an sudah membahahas persoalan ini secara jelas.

Persoalannya saat ini Islam diletakkan sebagai agama yang tidak toleran dan diajar-ajari untuk bertindak menjadi toleran. Hal ini adalah kesalahan besar. Tidak hanya dizaman nabi, dizaman sekarangpun dapat disaksikan orang-orang Rohingya di Myanmar, orang Islam di Hindia dibakar, orang Islam di Bali tidak boleh menggunakan jilbab, dan membuka bank syariah dimana tempat orang agama Hindu menjadi mayoritas. Kalau bandingkan di Indonesia yang mayoritas beragama Islam, orang Kristen dan Nasrani bisa membangun gereja yang jumlahnya bisa melebihi jumlah masjid misalnya atau orang Hindu atau Budha bisa membangun kuil-kuil dimana orang Islam menjadi mayoritas. disini orang-orang Nasrani bisa membuat perayaan Natal sementara di barat mereka tidak bisa membuatnya. Ini adalah kebebasan yang ditolerir oleh orang Islam. dan orang-orang Islam di Indonesia mempunyai ujian yang begitu berat ketika menghadapi orang–orang non muslim mendirikan tempat ibadah dengan begitu bebas tanpa izin pemerintah, dalam beberapa kasus memang dibiarkan namun dalam kasus tertentu diprotes. tapi kemudian dalam kasus seperti ini orang Islam menjadi orang yang salah dianggap tidak toleran. toleran yang begitu besar dalam berbagai even hilang dan dilupakan seakan-akan kita tidak pernah toleran kepada agama lain. Ini adalah dari satu sisi.

Disisi lain berkaitan dengan paham Pluralism ini adalah mengakui kebenaran agama lain selain mengakui keberadaan. hal yang kedua ini adalah masalah. soal toleransi Islam tidak bermasalah. al-quran telah mempunyai prinsipnya sendiri “lakum dinukum waliyyadin” tidak ada cerita bahwa orang yang beragama lain itu masuk surga. kalau dijamin masuk surga kenapa Nabi Muhammad SAW mengirim surat kepada kaisar Kristen dan kaisar Persia untuk masuk Islam sebagi bukti bahwa kalau mereka tidak masuk Islam maka tidak akan selamat dan masuk surga. suratnya itu berisikan “masuklah Islam maka anda akan selamat”. kalau mau berfikir secara cerdas kalau seseorang tidak masuk Islam maka akan masuk neraka. itu dizaman nabi dan masih berlaku hingga sekarang, tapi sabagai seorang muslim mempunyai sikap tidak akan membunuh orang yang masuk neraka, namun wajib mendakwai mereka. Hal itu bukan bararti mengatakan mereka masuk neraka maka mari kita bunuh ramai-ramai, namun tetap toleran dan tetap bisa berjabat tangan dengan mereka tapi tidak berarti harus mengakui kebenaran agama mereka.

Sekarang saat mengucapkan natal maka menjadi pertanyaan. Seseorang mengucapkan natal itu untuk menyatakan bahwa keyakinan anda benar saya ucapkan selamat atau sekedar basa basi saja. selamat anda menunaikan perayaan anda. disini tidak diketahui sebenarnya pernyataan ini adalah permasalahan sosial ketika seseorang mengucapkan selamat dan membawa arti pengakuan kebenaran itu maka itu yang salah. oleh karena itu maka juga tidak boleh terlibat ditengan-tengah perayanaan yang bersifat ritual itu. sekarang kalau seseorang menghadiri perayaan ramai-ramai yang tidak bersifat ibadah itu tidah bermasalah. Namun permasalahannya antara ibadah dan tidak ibadah itu menjadi rancau dalam pernyataan natal itu. ini yang perlu dicermati bersama-sama dan perlu bersikap toleran namun perlu bersikap berhati-hati dalam masalah aqidah.
(by Rifai)